BEGINI ADALAH 8 CARA PEMASANGAN REKLAME JENIS SPANDUK YANG BENAR DAN HARUS DITAATI, YANG MELANGGAR AKAN DITERTIBKAN

2019-05-22 0 comments halosatpol

Salam Praja Wibawa!

Semangat untuk Semarang Semakin Hebat,

Kota Semarang adalah Kota metropolitan yang semakin hari semakin rapi dan tertib, tapi masih saja terdapat beberapa pelanggaran yang menggelitik pandangan dan mengganggu keindahan, salah satunya adalah pemasangan reklame yang tidak sesuai aturan. 

Tentu saja, memasang reklame khususnya jenis spanduk tidak dilarang. Akan tetapi cara memasangnya harus benar. Sore tadi, Selasa 21 Mei 2019 Satpol PP telah menertibkan beberapa reklame jenis kain/MMT yang melanggar di Jl. Brigjend Katamso. Melalui kegiatan tersebut telah ditertibkan sejumlah15 reklame pada beberapa titik pemasangan.

Memang seperti apa pemasangan yang benar?

Fyi, sesuai Perda Kota Semarang Nomor 6 Tahun 2017 yang mengatur mengenai Reklame, pemasangan reklame termasuk jenis kain/MMT harus memenuhi ketentuan:

  1. menggunakan bahasa yang baik dan benar;
  2. tidak melanggar norma agama, kesopanan, kesusilaan, ketertiban umum, dan peraturan perundang-undangan;
  3. tidak diselenggarakan pada bidang atau konstruksi reklame jenis megatron dan jenis papan;
  4. tidak diselenggarakan melintang di atas jalan dan jembatan  penyeberangan orang (JPO);
  5. materi reklame bertujuan untuk mempromosikan suatu kegiatan yang bersifat insidentil;
  6. setelah jangka waktu pemasangan reklame berakhir, media reklame beserta konstruksinya harus dibongkar; dan
  7. tidak merusak fasilitas kota.

jangan ditancapkan di pohon juga yaa...disamping tidak rapi, hal tersebut membuat pohon mati dan yang terpenting adalah reklame harus berijin, tata caranya diatur dalam Perda tersebut diatas. 

Yuk sama-sama menjaga Kota Semarang menjadi tertib dan nyaman. (rist19)

Let us know what you think

* Required field

Comments (0)