SUDAH TIDAK MEMPAN DITEGUR, 19 ORANG PENGEMIS GELANDANGAN DAN ANJAL TERJARING PENERTIBAN.

2019-05-21 0 comments halosatpol

Salam Praja Wibawa!

Siang ini, Selasa 21 Mei 2019 Sebanyak 3 regu Satpol PP diterjunkan untuk menyisir jalan protokol, trotoar dan taman-taman kota di wilayah Banyumanik, Semarang Tengah, Ngaliyan, Tugu dan Pedurungan dalam rangka operasi penertiban pengemis, gelandangan, orang terlantar (PGOT) dan anak jalanan.

Dari kegiatan tersebut telah ditertibkan 19 orang PGOT dan anak jalanan yang terdiri atas 12 orang Laki Laki, 5 Perempuan dan 2 anak anak. Untuk selanjutnya dikirim ke panti rehabilitasi sosial "Among Jiwo" untuk penanganan lebih lanjut.

Kenapa harus dilaksanakan penertiban?

Penertiban ini dilaksanakan berdasarkan adanya pengaduan mengenai keberadaan pengemis dan anak jalanan yang merajalela dan juga orang gila yang mengganggu. Disamping itu hal tersebut merupakan pelanggaran aturan.

Kenapa mengemis merupakan suatu pelanggaran aturan?

Berdasarkan Pasal 23 Perda Nomor 5 Tahun 2014 tentang Penanganan Anak Jalanan, Gelandangan, Dan Pengemis Di Kota Semarang disebutkan bahwa Anak jalanan, gelandangan, dan pengemis dilarang melakukan kegiatan di jalan umum. Kenapa? Karena hal tersebut mengganggu aktifitas di jalan, meresahkan masyarakat dan juga membahayakan keselamatan bagi pengemis dan anak jalanan. 

Masyarakatpun dilarang untuk memberikan uang dan/atau barang dalam bentuk apapun kepada anak jalanan, gelandangan, dan pengemis di jalan-jalan umum dan/atau traffic light, karena akan membuat keberadaannya semakin banyak. Ga boleh lho...

Bagi kamu yang jiwa sosialnya tinggi dan berkeinginan untuk berpartisipasi dalam pendanaan kegiatan penanganan anak jalanan, gelandangan, dan pengemis dapat menyalurkan langsung kepada panti sosial resmi yang ada di Daerah. (rist19)